Kepastian Anggaran REDD+: Bappeda Kutim Masih Tunggu Arahan Pemprov Kaltim untuk Program FCPF-CF 2025
KUTIM - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan bahwa alokasi anggaran untuk program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF) tahun 2025 masih menunggu arahan dan petunjuk teknis lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
FCPF-CF merupakan inisiatif internasional yang berfokus pada pembiayaan berbasis kinerja untuk upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+).
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kutim, Ripto Widargo, menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Kutim tengah mengoptimalkan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) FCPF-CF dari tahun sebelumnya untuk melanjutkan program-program yang telah ditetapkan di sekitar 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat.
Keterlambatan penyerapan pada tahun-tahun sebelumnya disebabkan oleh anggaran yang baru masuk dalam transfer APBD Perubahan. Pemkab Kutim berkomitmen agar kegiatan yang berkaitan dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian hutan ini tetap berjalan, sambil menantikan kepastian alokasi anggaran dari Pemprov Kaltim untuk perencanaan tahun 2025. (ADV)