Samarinda - Minimnya pemahaman siswa terhadap etika lingkungan disebut sebagai salah satu faktor yang mempercepat terjadinya kerusakan alam maupun bencana ekologis. Lemahnya pendidikan karakter yang menanamkan tanggung jawab terhadap alam membuat sebagian pelajar belum memahami pentingnya menjaga ekosistem secara bijaksana.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyampaikan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan berbasis karakter lingkungan perlu diperkuat agar generasi muda sejak dini memahami dampak perilaku manusia terhadap alam.
“Saya sepakat sekali. Kalau bicara etika lingkungan. Tuhan menciptakan lingkungan begitu luar biasa. Tetapi kalau kita tidak beretika dalam memanfaatkan lingkungan, akhirnya akan menghasilkan bencana seperti itu,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, penguatan etika lingkungan tidak cukup jika hanya dimasukkan ke mata pelajaran tertentu. Ia menekankan bahwa setiap bidang studi memiliki ruang untuk membangun karakter peduli lingkungan.
“Harus ada kurikulum yang mengatur bagaimana setiap mata pelajaran itu disisipkan karakter beretika terhadap lingkungan, terutama pembangunan karakter siswa-siswa ini,” tegasnya.
Damayanti menilai, tanpa pembinaan karakter yang konsisten, kerusakan alam akan terus terjadi karena pola perilaku yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, integrasi nilai-nilai etika lingkungan di sekolah menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan alam di masa depan.(Adv/DPRDKaltim)