Banner

Advertorial DPRD KALTIM / 22 November 2025 / 474 views

Samarinda - Meningkatnya jumlah lulusan sarjana yang belum memperoleh pekerjaan kembali menjadi perhatian publik. Perubahan kebutuhan tenaga kerja yang jauh lebih cepat daripada kemampuan perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum membuat banyak lulusan tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pengangguran terdidik di Kaltim akan terus meningkat bila tidak segera ditangani.

 

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan perlunya evaluasi besar-besaran terhadap arah jurusan kuliah di kampus-kampus Kaltim. Menurutnya, penyesuaian harus melihat kebutuhan pasar lima hingga sepuluh tahun ke depan.

 

“Jangan sampai lulus tapi tidak terserap. Jurusan harus diidentifikasi sejak awal, mana yang betul-betul dibutuhkan ke depan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

 

Ia menilai sistem pendidikan tinggi belum sepenuhnya terhubung dengan rencana pembangunan daerah maupun geliat industri nasional. Karena itu, ia mendorong adanya penguatan kompetensi mahasiswa, mulai dari pelatihan teknis hingga soft skill untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.

 

“Mahasiswa perlu dibekali kompetensi tambahan. Pemerintah daerah pun harus menyiapkan program yang membuka peluang kerja bagi anak muda,” lanjutnya.

 

Agusriansyah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya diukur dari tersedianya bantuan biaya kuliah. Outcome lulusan harus menjadi perhatian utama agar program pendidikan tidak justru menghasilkan sarjana menganggur.

 

“Tidak cukup hanya membantu UKT. Yang penting itu output dan outcome-nya, apakah lulusan terserap atau tidak,” imbuhnya.(Adv/DprdKaltim)

Logo

Jalan Gunung Satu No. 18 RT.05 Margo Balikpapan Barat Kota Balikpapan Kalimantan Timur

Telepon: 085396694449/081289219189 (admin)

Email: arahmediaindonesia@gmail.com

2026 © Media-Masa.ID. All Rights Reserved. Developed by PT. Master Digital Solutions