Samarinda – Kekhawatiran publik terkait transparansi proyek perbaikan jalan nasional di Kalimantan Timur kembali mencuat. Warga menilai pengerjaan jalan berjalan, namun tidak ada informasi resmi mengenai sejauh mana progres di lapangan.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara DPRD dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Menurutnya, selama ini laporan yang diterima masyarakat masih minim sehingga menimbulkan kebingungan.
“Proyek berjalan, tapi masyarakat tidak tahu sudah sampai mana progresnya,” ujar Giaz, Senin(01/12/2025).
Ia menyebut telah menyampaikan kepada pihak BBPJN, termasuk Kepala Bidang Anastasia, agar pola kerja lebih transparan dan terstruktur. Giaz bahkan menyarankan agar DPRD dan BBPJN melakukan kunjungan bersama ke lokasi proyek untuk memantau secara langsung.
“Kalau perlu kita turun bareng ke TKP, lihat apa saja yang sudah diperbaiki dan progresnya sampai mana. Ini penting agar publik juga tahu kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Menurut Giaz, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah munculnya spekulasi negatif dan memastikan proyek memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia menegaskan DPRD tidak memiliki kepentingan lain selain melakukan pengawasan yang efektif.
“Kami ingin memastikan pekerjaan jalan ini benar-benar dikerjakan sesuai rencana, bukan sekadar berjalan tanpa arah,” tutupnya.(Adv/DprdKaltim)