Samarinda – Masalah pemerataan pendidikan kembali mencuat setelah berbagai laporan mengenai sulitnya akses belajar di wilayah pedalaman Kalimantan Timur sampai ke meja Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud. Di beberapa daerah, siswa masih harus menghadapi keterbatasan sinyal internet, fasilitas sekolah yang minim, hingga kekurangan tenaga pendidik.
Dalam agenda penguatan pendidikan daerah yang dihadirinya, Hasanuddin Masud, yang akrab disapa Hamas, menyoroti bahwa kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan kecil. Ia menekankan bahwa di tengah era digital, ketertinggalan akses justru memperlebar jurang kualitas belajar antara kota dan desa.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak di pedalaman mencari tempat tinggi hanya untuk mendapatkan sinyal. Ini bukan sekadar hambatan teknis, ini menyangkut masa depan mereka. Pemerintah harus mengambil langkah nyata," ujarnya, belum lama ini.
Hamas juga menilai pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama ini mengungkapkan kelemahan mendasar dalam sistem pendidikan di daerah pedalaman. Tanpa internet, tanpa perangkat pendukung, dan tanpa fasilitas memadai, model pembelajaran modern justru menjadi tekanan bagi siswa-siswa di wilayah tertinggal.
“Kalau jaringan tidak memadai dan perangkat tidak tersedia, bagaimana mungkin mereka bisa mengikuti pelajaran? Kita tidak boleh membiarkan mereka berjalan sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Hamas mendorong percepatan pemerataan infrastruktur pendidikan, termasuk pembangunan fasilitas sekolah, penyediaan internet yang layak, dan peningkatan kualitas guru. Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh hanya terfokus pada wilayah perkotaan.
“Kita sering bicara soal kualitas pendidikan, tetapi kualitas itu mustahil tercapai jika fasilitas dasarnya tidak merata,” tambahnya.
Hamas juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, berbagai pihak seperti dinas pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, hingga operator telekomunikasi harus memiliki visi dan langkah kerja yang terpadu.
“Ini tugas bersama. DPRD siap mengawal, tapi pelaksana di lapangan juga harus serius menjalankan peran masing-masing,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Hamas menegaskan bahwa pemerataan pendidikan di daerah terpencil adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Timur.
“Anak-anak di pelosok punya hak yang sama untuk sukses. Mereka tidak boleh tertinggal hanya karena fasilitas yang belum merata. Ini yang terus kami perjuangkan,” tutupnya. (Adv/DprdKaltim)